cakhermanlink.com _ Nabi Ibrahim a.s mendapat mimpi yang memerintahkannya untuk menyembelih putranya, Ismail, sebagai kurban. Mimpi ini terulang tiga kali, menunjukkan bahwa ini adalah perintah Allah Swt. Mimpi ini menjadi ujian besar bagi Nabi Ibrahim a.s, yang mencintai putranya sangat dalam. Nabi Ibrahim a.s bersedia memenuhi perintah Allah, meskipun itu menyangkut nyawa anaknya, Ismail. Nabi Ismail a.s menunjukkan ketaatan yang luar biasa kepada Allah Swt dan ayahnya, Ibrahim a.s. Ia tidak keberatan untuk disembelih, menunjukkan bahwa kesabaran dan kesetiaan yang tinggi dan tulus. Tepat saat Nabi Ibrahim a.s akan menyembelih Ismail, Allah Swt menurunkan wahyu untuk mengganti Ismail dengan seekor hewan domba. Hal ini menunjukkan bahwa perintah tersebut adalah ujian, bukan perintah untuk benar-benar menyembelih putranya, Ismail. Peristiwa ini menjadi awal mula ibadah kurban dalam Islam, di mana umat Islam diperintahkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan ternak sebagai bentuk ibadah kepada Allah Swt dan mengenang kisah Nabi Ibrahim a.s dan Ismail a.s. 

Dengan demikian mimpi Nabi Ibrahim a.s menjadi awal mula di syari’atkan ibadah kurban untuk umat Islam di dunia. Hal tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat ayat 102-111 yang artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu)”Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Tafsir Al-Wajiz menjelaskan bahwa sungguh kamu telah menyelesaikan apa yang diperintahkan kepadamu dalam mimpi itu dengan bertekad kuat untuk menunaikannya dan mempercayainya hanya dengan tekad. Jika saja tidak mengorbankannya, sebagaimana membalas dan membebaskanmu dari penderitaan. Kami juga akan membalas orang-orang yang baik terhadap diri mereka dengan menjalankan perintah. Sesungguhnya pengorbanan yang diperintahkan kepadanya ini adalah ujian nyata yang berhasil dijalani Nabi Ibrahim a.s dan ujian yang membedakan orang ikhlas dengan yang lainnya. Kami tebus Ismail dengan hewan yang berbadan besar dan gemuk yang selanjutnya akan dijadikan kurban.

Ibadah kurban dapat menjadi ritual ketundukan kepada Allah Swt sekaligus inspirator peningkatan kesalehan sosial bagi orang Islam, sehingga tidak hanya menjadi kegiatan rutinitas yang sifatnya sekadar berbagi daging, melainkan dapat mengandung makna yang dalam yaitu, ibadah kurban merupakan bentuk kesediaan manusia untuk mengorbankan harta bendanya demi mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah kurban dilakukan untuk meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail a.s yaitu ketaatan total kepada Allah Swt dan pengorbanan keimanan. Ibadah kurban dapat dijadikan motivasi untuk menuju kehidupan yang lebih bermamfaat bagi orang lain.

Penulis | Herman | Editor | Admin

10 thoughts on “KEBENARAN MIMPI NABI IBRAHIM”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *